Pola Orkestrator-Pekerja
Idenya: satu model kuat (Agentic atau Oracle) berperan sebagai orkestrator — dia yang merencanakan, memecah tugas besar jadi subtugas kecil, dan mereview hasil akhir. Subtugas yang sifatnya rutin dan sederhana dilempar ke Worker, yang jauh lebih murah per panggilan.
Model mahal cuma dipanggil di titik-titik yang benar-benar butuh penalaran: perencanaan awal, keputusan di tengah jalan kalau ada ambiguitas, dan sintesis/review di akhir. Semua kerja kasar di antaranya — ekstraksi, ringkasan per unit, transformasi format — dikerjakan Worker.
Contoh: Ringkas 20 Dokumen
Bayangkan kamu punya 20 dokumen yang perlu diringkas jadi satu laporan gabungan. Dua pendekatan:
Pola kodenya kira-kira begini:
// 1. orkestrator (Agentic) susun rencana singkat — sekali panggilan
const rencana = await callGateway({ model: "Agentic", prompt: "Rencanakan cara ringkas 20 dokumen ini" });
// 2. tiap dokumen diringkas terpisah oleh Worker — murah, paralel
const ringkasan = await Promise.all(
dokumen.map(d => callGateway({ model: "Worker", prompt: `Ringkas: ${d}` }))
);
// 3. orkestrator (Agentic) sintesis semua ringkasan jadi satu laporan
const laporan = await callGateway({
model: "Agentic",
prompt: `Gabungkan ringkasan berikut jadi satu laporan koheren:\n${ringkasan.join('\n')}`
});
Kalau tugasnya makin besar dan butuh sekali putaran review ekstra sebelum final, tinggal tambah satu panggilan Oracle di ujung — masih jauh lebih murah daripada memproses semua 20 dokumen dengan model tier tertinggi.
Kapan Pola Ini Cocok
- Tugas yang bisa dipecah jadi unit-unit independen — per dokumen, per file, per baris data.
- Ada satu titik di mana hasil-hasil kecil itu perlu digabung atau direview secara menyeluruh.
- Volume subtugas cukup besar sehingga selisih 1 kredit per panggilan (Worker vs Agentic) benar-benar berdampak ke total biaya.
Belum punya kredit?
Buka obrolan dengan bot, pilih paket, dan API key kamu siap dipakai dalam hitungan detik.
Buka @tokenkitabot →